Friday, 18 November 2011
Tuesday, 13 September 2011
Sunday, 4 September 2011
Salam hangat.
Saya menyadari sebagai tenaga penyuluh yang di rekrut berasal dari petani yang turun temurun,walaupun pernah sekolah di pertanian (SPMA th 1982) banyak hal yang ter lewatkan mengenai budidaya dan teknologi di bidang teh, demikian pun sering mengamati rekan petani itu sendiri sama hal nya. Walaupun ada yang sudah maju bahkan menjadi petani besar ( big farm ) hanyalah beberapa gelintir saja, yang tentu saja menonjol di lingkungan nya bahkan ada yang bersikap eksklusif. Hal itu untuk transfer pengetahuan nya kepada petani sekitar sulit.
Semoga keberadaan saya sebagai tenaga penyuluh bisa menjembatani dan berjuang untuk hal demikian, yang merupakan menjadi sebagian bahan materi yang akan di sampaikan kepada klien petani melalui berbagai metode yang akan kita tempuh dan di kerjakan. tentu saja keberhasilan nya merupakan tanggung jawab kita semua.
Sebelum dan setelahnya saya mohon perbaikan penambahan koreksi serta saran pada materi di bawah ini, demi efektivitas penyampaian pesan kepada petani. Untuk hal itu saya ucapkan Terima kasih.
POLA PEMETIKAN MENGACU PADA KUALITAS DAN KUANTITAS
DASASILA ( TEN PRINCIFLES )
1. Petikan pakai rumus yang sudah di tentukan. giliran dari 12 s / d 15 hari.
pesan ini akan saya sampaikan lewat poto teh di rentang waktu tersebut dan bagai mana pengaruhnya terhadap petikan berikut.juga poto menyampaikan pesan dan prolog bicara bahwa batang yang masih muda akan lebih cepat tumbuh dari pada batang yang sudah tua. poto saya berusaha membandingkan pemetikan di rentang waktu 21 hari ke atas.
2.Memulai pemetikan dari arah bawah menuju ke atas lereng dan berjejer perbaris jarak tanam ke baris berikut.
pesan poto pemetik teh seperti hal itu dan menghadap ke arah lereng. prolog menyampaikan pesan supaya selewer ( batang petik terpinggir supaya di pelihara agar bidang kebun tertutup rapat.
3. Pemetik bawa mistar sederhana.
poto, menunjukan seorang pemetik sedang memasang mistar di bidang petik dan mengarah ke level tanah lereng hal ini beserta prolog kemudian poto berikut memulai pemetikan dan mistar masih terpasang juga mengambil poto dengan contoh kebun yang mengikuti level tanah
4.Memetik selektif.
Poto menunjukan batang teh untuk di petik, batang teh untuk petik berikutnya dan batang teh untuk petikan lusa,lebih dikenal dengan bahasa alaeun tundaeun jeung sampeureun atau manjing, 3/4 manjing, jeung 1/2 manjing begitu pun prolog membahasakan hal pesan.
5. Pemetik wajib mengambil pucuk tanpa peco ( burung ) dan mengambil jengger ( congkor ).
poto memperlihatkan pemetik sedang mengambil petikan burung dan jengger di bidang petik, prolog menegaskan kewajiban pemetik pada maksud atas kerugian pada keterlambatan di petikan berikut dan kerdilnya petikan yang akan datang apabila jengger tidak di buang. berusaha poto mengambil gambar 2 kerugian tersebut.
6. Mengambil peko nagog yang berakibat menjadi iwung calon peko nagog
mengambil beberapa contoh dari poto peko nagog dan iwung,prolog berusaha mensimulasikan dari peko nagog hingga menjadi iwung dan akhirnya menjadi pucuk tanpa peco ( burung. ).
7. Memasukan hasil petikan ke dalam wadah / amul tidak boleh di tekan /di pres.
mengambil poto dari pemetik yang sedang memasukan ke dalam amul dan satunya lagi yang sedang di press lalu poto pakai tanda silang artinya larangan. prololog menerangkan untuk menjaga kualitas hasil, demi menghindari sekecil mungkin kerusakan hasil petikan.
8. Di tempat penampungan harus terhindar dari matahari.
menunjukan beberapa cara agar di tempat penampungan bisa terhindar dari matahari berikut poto penampungan yang permanen.prolog membicarakan berbagai cara dan solusi apabila tempat penampungan permanen belum tersedia dan hal yang bersangkutan dengan elos ( tempat penampungan permanen )
9.Hasil pucuk jangan sampai rusak / busik akibat pemindahan tempat /pikul.
mengambil beberapa contoh poto membawa hasil teh yang di pikul pakai karung bekas pupuk dan yang pakai karung terbuka / ujut yang berisi 20 s /d 25 kg di pikul atau di atas kepala dan di gendong. prolog menerangkan hal itu dan dampak kerugian nya.
10.Pengangkutan ke pabrik pengolah tidak boleh layu / Nyeupan.
poto menujukan pengangkutan yang di tumpuk dan berjajar rapih, prolog membicarakan perlunya pengangkutan yang khusus dan tidak terlalu lama menunggu waktu angkut.
Demikian bahasan pola pemetikan ini saya sampaikan. hal ini sudah berlangsung lama dilakukan di perkebunan besar tentunya namun seperti nya untuk di tingkat petani hanya lah sebagian saja yang mengenal dan perlakukan ini. tidak lupa saya ucapkan Terima kasih pula kepada Bapak Dadang Koswara mandor dari pengolah teh Bapak H Wildan sekaligus sekretaris Kelompok tani barokah Desa lebak muncang yang telah tulus memberikan bahan materi di atas, sehubungan beliau mantan karyawan PTP XII. Wasalam.
Saya menyadari sebagai tenaga penyuluh yang di rekrut berasal dari petani yang turun temurun,walaupun pernah sekolah di pertanian (SPMA th 1982) banyak hal yang ter lewatkan mengenai budidaya dan teknologi di bidang teh, demikian pun sering mengamati rekan petani itu sendiri sama hal nya. Walaupun ada yang sudah maju bahkan menjadi petani besar ( big farm ) hanyalah beberapa gelintir saja, yang tentu saja menonjol di lingkungan nya bahkan ada yang bersikap eksklusif. Hal itu untuk transfer pengetahuan nya kepada petani sekitar sulit.
Semoga keberadaan saya sebagai tenaga penyuluh bisa menjembatani dan berjuang untuk hal demikian, yang merupakan menjadi sebagian bahan materi yang akan di sampaikan kepada klien petani melalui berbagai metode yang akan kita tempuh dan di kerjakan. tentu saja keberhasilan nya merupakan tanggung jawab kita semua.
Sebelum dan setelahnya saya mohon perbaikan penambahan koreksi serta saran pada materi di bawah ini, demi efektivitas penyampaian pesan kepada petani. Untuk hal itu saya ucapkan Terima kasih.
POLA PEMETIKAN MENGACU PADA KUALITAS DAN KUANTITAS
DASASILA ( TEN PRINCIFLES )
1. Petikan pakai rumus yang sudah di tentukan. giliran dari 12 s / d 15 hari.
pesan ini akan saya sampaikan lewat poto teh di rentang waktu tersebut dan bagai mana pengaruhnya terhadap petikan berikut.juga poto menyampaikan pesan dan prolog bicara bahwa batang yang masih muda akan lebih cepat tumbuh dari pada batang yang sudah tua. poto saya berusaha membandingkan pemetikan di rentang waktu 21 hari ke atas.
2.Memulai pemetikan dari arah bawah menuju ke atas lereng dan berjejer perbaris jarak tanam ke baris berikut.
pesan poto pemetik teh seperti hal itu dan menghadap ke arah lereng. prolog menyampaikan pesan supaya selewer ( batang petik terpinggir supaya di pelihara agar bidang kebun tertutup rapat.
3. Pemetik bawa mistar sederhana.
poto, menunjukan seorang pemetik sedang memasang mistar di bidang petik dan mengarah ke level tanah lereng hal ini beserta prolog kemudian poto berikut memulai pemetikan dan mistar masih terpasang juga mengambil poto dengan contoh kebun yang mengikuti level tanah
4.Memetik selektif.
Poto menunjukan batang teh untuk di petik, batang teh untuk petik berikutnya dan batang teh untuk petikan lusa,lebih dikenal dengan bahasa alaeun tundaeun jeung sampeureun atau manjing, 3/4 manjing, jeung 1/2 manjing begitu pun prolog membahasakan hal pesan.
5. Pemetik wajib mengambil pucuk tanpa peco ( burung ) dan mengambil jengger ( congkor ).
poto memperlihatkan pemetik sedang mengambil petikan burung dan jengger di bidang petik, prolog menegaskan kewajiban pemetik pada maksud atas kerugian pada keterlambatan di petikan berikut dan kerdilnya petikan yang akan datang apabila jengger tidak di buang. berusaha poto mengambil gambar 2 kerugian tersebut.
6. Mengambil peko nagog yang berakibat menjadi iwung calon peko nagog
mengambil beberapa contoh dari poto peko nagog dan iwung,prolog berusaha mensimulasikan dari peko nagog hingga menjadi iwung dan akhirnya menjadi pucuk tanpa peco ( burung. ).
7. Memasukan hasil petikan ke dalam wadah / amul tidak boleh di tekan /di pres.
mengambil poto dari pemetik yang sedang memasukan ke dalam amul dan satunya lagi yang sedang di press lalu poto pakai tanda silang artinya larangan. prololog menerangkan untuk menjaga kualitas hasil, demi menghindari sekecil mungkin kerusakan hasil petikan.
8. Di tempat penampungan harus terhindar dari matahari.
menunjukan beberapa cara agar di tempat penampungan bisa terhindar dari matahari berikut poto penampungan yang permanen.prolog membicarakan berbagai cara dan solusi apabila tempat penampungan permanen belum tersedia dan hal yang bersangkutan dengan elos ( tempat penampungan permanen )
9.Hasil pucuk jangan sampai rusak / busik akibat pemindahan tempat /pikul.
mengambil beberapa contoh poto membawa hasil teh yang di pikul pakai karung bekas pupuk dan yang pakai karung terbuka / ujut yang berisi 20 s /d 25 kg di pikul atau di atas kepala dan di gendong. prolog menerangkan hal itu dan dampak kerugian nya.
10.Pengangkutan ke pabrik pengolah tidak boleh layu / Nyeupan.
poto menujukan pengangkutan yang di tumpuk dan berjajar rapih, prolog membicarakan perlunya pengangkutan yang khusus dan tidak terlalu lama menunggu waktu angkut.
Demikian bahasan pola pemetikan ini saya sampaikan. hal ini sudah berlangsung lama dilakukan di perkebunan besar tentunya namun seperti nya untuk di tingkat petani hanya lah sebagian saja yang mengenal dan perlakukan ini. tidak lupa saya ucapkan Terima kasih pula kepada Bapak Dadang Koswara mandor dari pengolah teh Bapak H Wildan sekaligus sekretaris Kelompok tani barokah Desa lebak muncang yang telah tulus memberikan bahan materi di atas, sehubungan beliau mantan karyawan PTP XII. Wasalam.
Subscribe to:
Comments (Atom)


